Selasa, 09 Agustus 2011

Perbuatan Bid'ah Di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan barokah dan penuh keutamaan.
Allah telah mensyariatkan dalam bulan tersebut berbagai macam amalan ibadah yang banyak agar manusia semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Akan tetapi sebagian dari kaum muslimin berpaling dari keutamaan ini dan membuat cara-cara baru dalam beribadah. Mereka lupa firman Allah ta’ala, “Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agama kalian.” (QS. Al-Maidah: 3).
Mereka ingin melalaikan manusia dari ibadah yang disyariatkan. Mereka tidak merasa cukup dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau.

"Kullu muhdasatin bid'ah wa kullu bid'atun dolala wa kullu dolalatun finnar"

Oleh sebab itu pada tulisan ini kami mencoba mengangkat beberapa amalan bid’ah yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin, yaitu amalan-amalan yang dilakukan akan tetapi tidak diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat beliau, semoga dengan mengetahuinya kaum muslimin bisa meninggalkan perbuatan tersebut.

Bid’ah Berzikir Dengan Keras.
Berzikir dengan suara keras setelah melakukan salam pada shalat tarawih dengan dikomandani oleh satu suara adalah perbuatan yang tidak disyariatkan. Begitu pula perkataan muazin, “assholaatu yarhakumullah”dan yang semisal dengan perkataan tersebut ketika hendak melaksanakan shalat tarawih, perbuatan ini juga tidak disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pula oleh para sahabat maupun orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Oleh karena itu hendaklah kita merasa cukup dengan sesuatu yang telah mereka contohkan. Seluruh kebaikan adalah dengan mengikuti jejak mereka dan segala keburukan adalah dengan membuat-buat perkara baru yang tidak ada tuntunannya dari mereka.

Membangunkan Orang-Orang untuk Sahur.
Perbuatan ini merupakan salah satu bid'ah yang tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau tidak pernah memerintahkan hal ini. Perbedaan tata-cara membangunkan sahur dari tiap-tiap daerah juga menunjukkan tidak disyariatkannya hal ini, padahal jika seandainya perkara ini disyariatkan maka tentunya mereka tidak akan berselisih.Malah terkadang hal itu menganggu mereka yang ketika itu sedang tidur.

Melafazkan Niat.
Melafazkan niat "Nawaitu souma godhin ‘an adaa i, fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’aalaa..."
ketika hendak melaksanakan puasa Ramadhan adalah tradisi yang dilakukan oleh banyak kaum muslimin, tidak terkecuali di negeri kita. Di antara yang kita jumpai adalah imam masjid shalat tarawih ketika selesai melaksanakan shalat witir mereka mengomandoi untuk bersama-sama membaca niat untuk melakukan puasa besok harinya.
Perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak di contohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga orang-orang saleh setelah beliau. Yang sesuai tuntunan adalah berniat untuk melaksanakan puasa pada malam hari sebelumnya cukup dengan meniatkan dalam hati saja, tanpa dilafazkan.

Imsak.
Tradisi imsak, sudah menjadi tren yang dilakukan kaum muslimin ketika ramadhan. Ketika waktu sudah hampir fajar, maka sebagian orang meneriakkan “imsak…” supaya orang-orang tidak lagi makan dan minum padahal saat itu adalah waktu yang bahkan Rasulullah menganjurkan kita untuk makan dan minum. Sahabat Anas meriwayatkan dari Zaid bin Sabit
radhiyallahu ‘anhuma, “Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau shalat. Maka kata Anas, “Berapa lama jarak antara azan dan sahur?”, Zaid menjawab, “Kira-kira 50 ayat membaca ayat al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menunda Azan Magrib Dengan Alasan Kehati-Hatian.
Hal ini bertentangan dengan perintah Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menganjurkan kita untuk menyegerakan berbuka. Rasulullah bersabda,
لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari Muslim)

Takbiran.
Yaitu menyambut datangnya shalat "
ied" dengan mengeraskan membaca takbir dan memukul bedug pada malam ied. Perbuatan ini tidak disyariatkan, yang sesuai dengan sunah adalah melakukan takbir ketika keluar rumah hendak melaksanakan shalat ied sampai tiba di lapangan tempat melaksanakan shalat ied.

Padusan.
Yaitu Mandi besar pada satu hari menjelang satu ramadhan dimulai. Perbuatan ini tidak disyariatkan dalam agama ini, yang menjadi syarat untuk melakukan puasa ramadhan adalah niat untuk berpuasa esok pada malam sebelum puasa, adapun mandi junub untuk puasa Ramadhan tidak ada tuntunannya dari Nabi kita
shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mendahului Puasa Satu Hari Atau Dua Hari Sebelumnya.
Rasulullah telah melarang mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa pada dua hari terakhir di bulan sya’ban, kecuali bagi yang memang sudah terbiasa puasa pada jadwal tersebut, misalnya puasa senin kamis atau puasa nabi dawud. Rasulullah bersabda,
“Janganlah kalian mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa satu hari atau dua hari sebelumnya. Kecuali bagi yang terbiasa melakukan puasa pada hari tersebut maka tidak apa-apa baginya untuk berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perayaan Nuzulul Qur’an.
Yaitu melaksanakan perayaan pada tanggal 17 Ramadhan, untuk mengenang saat-saat diturunkannya al-Qur’an. Perbuatan ini tidak ada tuntunannya dari praktek Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu pula para sahabat sepeninggal beliau.

Berziarah Kubur Karena Ramadhan.
Tradisi ziarah kubur menjelang atau sesudah ramadhan banyak dilakukan oleh kaum muslim. orang jawa menyebutnya "nyadran", sementara orang sunda menyebutnya "nadran" mereka
melakukan perbuatan-perbuatan syirik di sana. Perbuatan ini tidak disyariatkan. Ziarah kubur dianjurkan agar kita teringat dengan kematian dan akhirat, akan tetapi mengkhususkannya karena even tertentu tidak ada tuntunannya dari Rasulullah maupun para sahabat.
Inilah beberapa bid’ah yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, khususnya di negeri kita, semoga Allah ta’ala memberikan kita ilmu yang bermanfaat, sehingga kita bisa meninggalkan perkara-perkara tersebut dan melakukan perbuatan yang sesuai dengan tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Senin, 14 Maret 2011

Mengetuk hati orang tua tuk mengaji Al'Quran dan Al'hadits


Segala puji hanya bagi Allah Tuhan pencipta dan Pemelihara semesta alam, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga sahabat dan seluruh pengikut beliau dalam mengikuti jalan pentunjuk-Nya.

Islam sebuah agama yang menuntun manusia meniti jalan keselamatan, kebahagiaan, ketenangan, ketenteraman, kedamaian, kemuliaan dan jaminan mendapatkan kemuliaan jalan mendaki menuju kemuliaan di sisi Allah SWT di akherat.
.

Alif, laam raa.(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (QS. 14:1)
.

Dijaman Rasulullah mulai berdakwah benar-benar terjadi perubahan besar dan mendasar namun perubahan yang demikian itu diawal da’wah telah terjadi berbagai macam gejolak-gejolak. Indahnya Islam yang penuh dengan cahaya namun masih terasa silau bagi umat manusia yang terbiasa di dalam kegelapan. Banyak manusia yang masih meragukan akan keindahan, kemuliaan, dan kebenaran Islam.

Abu Bakar yang mendapat gelar Asy-Sidiq ( yang selalu membenarkan) apa-apa yang di sampaikan Rasulullah Muhammad SAW, kedua orangtuanya pun tidak bersegera masuk Islam, bahkan istri Abu Bakar pun tidak bersegera masuk Islam, sehingga anak-anak Abu Bakar bertanya kepada Rasulullah bagaimana hubungan mereka kepada orang tuanya yang masih kafir, dan Rasulullah menjawab bahwa tetap saja kita harus menyantuni dengan baik dan tetap menyambung dengan kebaikan kebaikan, namun dalam masalah keyakinan, aqidah tidak boleh mengikuti mereka, sebagaimana nasehat Luqman kepada anaknya dalam firman Allah yang artinya
.
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 31:15)
.
Dalam dunia pendidikan sudah sering dijumpai generasi muda yang telah mendapat pemahaman dan pencerahan Islam menjadi generasi yang gesit dan berpikir bersih, maju dan besar. Namun kadang generasi tua yang membersamainya masih saja loyo dan kurang bersemangat melakukan perbaikan dan pengembangan. Sekat-sekat yang seperti inilah yang membuat gesekan-gesekan banyak terjadi antara generasi muda dan generasi tua dalam mengisi kehidupan.
Segala puji bagi Allah, sungguh berbahagia para orang tua yang sebelum matinya, di hari tuanya telah bertekun dalam membaca, mempelajari dan memahami serta mengamalkan Islam belajar Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga mereka memahami akan terang benderangnya Islam dan memahami akan semangat besar para generasi muda yang telah tercerahkan dan terpahamkan dengan Islam dan bersemangat mengamalkan Islam.

Segala puji bagi Allah, sungguh berbahagia para orang tua yang memahami semangat besar anak-anak muda yang ingin hidup bersih, mulia dan bahagia. Dan mendukung mereka dengan penuh sarana dan do’a, agar cita-cita generasi muda yang demikian bersih dan mulia tersalurkan dan terarah sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulnya.

Namun kita generasi muda kadang harus bersabar, ketika kita menghadapi orangtua kita atau generasi tua yang enggan untuk menekuni, menghayati dan mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga mereka sering curiga dan curiga dan curiga kepada generasi muda yang ingin hidup bersih, hidup mulia, penuh semangat besar dan bergelora.

Segala puji bagi Allah sungguh kita generasi muda dan generasi tua haruslah memahami, bahwa generasi tua adalah tempat lantaran tumbuhnya generasi muda. Generasi Tua pada umumnya akan segera dipanggil Allah, sedang generasi muda pada umumnya adalah masih memiliki masa yang lebih panjang untuk hidup. Namun masing-masing punya tanggung jawab yang sama dihadapan Allah
.

Dan jagalah dirimu dari (’azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau seikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa’at dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS. 2:48)

(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, (QS. 26:88)
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (QS. 26:89)
dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertaqwa, (QS. 26:90)

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa. (QS. 43:67)

Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkalala yang kedua), (QS. 80:33)
pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, (QS. 80:34)
dari ibu dan bapaknya, (QS. 80:35)
dari isteri dan anak-anaknya, (QS. 80:36)
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. (QS. 80:37)

.

Berbahagialah orang-orang yang memahami kebersihan dan semangat menggelora generasi muda yang memperbaiki diri dan lingkungannya agar bertaqwa kepada Allah, mengikuti jalan yang ditunjukkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan berbahagialah orang tua yang mendukung usaha-usaha mulia mereka dan bahkan ikut tekun membantu mereka.

Namun celakalah para orang tua yang tidak mau memahami semangat yang Allah limpahkan kepada generasi muda, dan tetap saja berkubang dalam kubangan dosa, sehingga walaupun umur suda tua dan waktu ajal sudah dekat namun masih belum juga menemukan pencerahan, sehingga akan bernasib sama dengan bapaknya nabi Ibrahin yang di kisahkan dalam Al-Qur’an yang artinya :
.

Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Aazar:”Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai ilah-ilah. Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata”. (QS. 6:74)

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. (QS. 9:114)

Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya:”Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak medengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun. (QS. 19:42)

Berkata bapaknya:”Bencikah kamu kepada ilah-ilahku, hai Ibrahim Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama”. (QS. 19:46)

(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” (QS. 21:52)

.
Sungguh bebahagialah sebuah keluarga yang didalamnya diisi orang-orang tua dan orang-orang muda bersatu padu dalam belajar, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dan semuanya menemukan kebahagiaan, semoga generasi tua mau menyadari segala kekurangan dirinya, demikian pula generasi muda, mampu tetap berperilaku baik dan memuliakan generasi tua. Namun di jaman kapanpun orang-orang yang berdosa sering secara spontan benci kepada nasehat , apalagi ketika nasehat itu keluar dari yang lebih muda.

Sungguh berbahagialah orang-orang yang mau memahami bahwa kebenaran itu datangnya dari Allah. Siapapun Allah tunjuki maka merekalah yang lebih dahulu menyampaikan kepada mereka yang belum tahu. Tidak memadang apakah lebih tua atau lebih muda. Bebahagialah orang muda dan orang tua yang tekun mengamalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam hidupnya untuk bahagia di dunia dan di akherat. Wallahu a’lam.

Senin, 21 Februari 2011

Pacaran jarak jauh

Cinta memang tidak logis.

Cinta membutuhkan kedekatan dengan kekasih hati. Demi bisa melihat wajahnya, kita rela melakukan apa saja. Lalu, bagaimana jika kita harus menjalani pacaran jarak jauh? Pasti berat sekali, bukan? Sudah tidak bisa bertemu, masih juga harus khawatir berlebihan.

Nah, bagi Anda yang tengah mengalami pacaran jarak jauh, ada beberapa hal yang bisa anda terapkan. Ini sudah benar-benar dipraktekkan sehingga kebenarannya teruji!he,

1. Komunikasi

Dalam hubungan apapun, komunikasi adalah hal penting. Hubungan diciptakan dari dua pribadi yang berbeda. Oleh sebab itu, keinginan Anda pasti tidak mungkin selalu sama dengan pasangan. Apalagi, jika sudah berjauhan. Komunikasi harus dilakukan dengan keadaan saling pengertian.

Bisa saja Anda minta ditelepon untuk membunuh kangen. Namun, pikirkanlah bahwa bisa jadi pasangan sedang kerepotan mengatur waktu. Yang paling penting, jika kita penggemar situs jejaring sosial, jangan menulis status yang membuat panas kuping pasangan.

Tenangkan dia dalam setiap pembicaraan yang Anda lakukan, entah sms, telepon, chat facebook, atau YM, dan sebagainya. Buatlah dia merasa bahwa jarak tidak berarti. Toh, Anda selalu ada di sisinya meski secara fisik tidak demikian.

2. Tidak Curiga Berlebihan

Ada hal yang juga penting selain setia, yaitu tidak curiga berlebihan.Risiko pacaran jarak jauh memang membuat kita tidak mengetahui keadaan pasangan. Akan tetapi, bukan berarti hal itu membuat Anda bebas curiga berlebihan kepadanya.

Kalau hanya cemburu, wajar-wajar saja. Namun, kalau sudah mengaturnya untuk ini dan itu karena curiga, Anda sebenarnya berlebihan. Anda memperlakukan pacar seperti robot yang harus patuh pada Anda.

Justru, dengan tidak curiga berlebihan, tidak akan ada prasangka buruk yang merusak pikiran. Padahal, keadaan sebenarnya tidak terjadi apa-apa.

Bahkan, pacaran jarak jauh yang tidak ada curiga semacam ini akan menumbuhkan rasa kangen ingin segera bertemu.

3. Setia

Kunci utama pacaran jarak jauh adalah kesetiaan. Kadang, mungkin saja Anda bisa melirik cowok atau cewek lain ketika pasangan berada jauh di sana sedang berbuat apa. Akan tetapi, bersikap dewasalah sejenak. Jika Anda mencurangi pasangan, Anda pasti akan dicurangi juga.

Pikirkan juga, apa Anda setega itu merusak hubungan yang selama ini sudah terjalin dengan perjuangan masing-masing? Pacaran jarak jauh kadang memang berisiko mengakhiri hubungan. Akan tetapi, yakinlah bahwa mereka yang terlatih dalam pacaran jarak jauh akan memiliki kesetiaan luar biasa, yang sangat cocok dilanjutkan ke jenjang pernikahan.

Mau mencoba???